Monday, October 15, 2007

Paradigma in Romance "Nembak" (intro+sesion 1)

Paradigma yang dalam bahasa Inggris tertulis paradigm ini memang mempunyai arti mendalam tapi untuk mempermudah elo2 semua pemuja romance (and who's not, actually!) g kasih definisi yaitu paradigma sebagai model or pattern dalam berpikir. hmm disebut paradigma kalo emang udah cukup mengakar dalam diri seseorang karena kebenaran umum yang dipublikasikan secara implisit atau eksplisit oleh sebagian besar orang. ok..... now bagi u semua udah mulai binggung ma permainan bahasa gua, sekarang ambil napas dalam-dalam dan konsentrasi coz the important things will come soon. nih g kasih contoh sederhananya dalam our main case (that is romance) : paradigma yang paling ngetop adalah "nembak" wow pertama kali g denger istilah itu g binggung and dalam hati g bilang: "nembak apaan sih?" so bagi u yang ngalamin hal yang sama cukup lakukan "ekspresi Oooo.....". mungkin kalian sebagian ataupun hampir semua berpikir, apa anehnya dengan nembak? for make it simple nih g kasih pertanyaan yang mesti u jawab sendiri
  1. Darimana anda tahu istilah nembak?
  2. Kenapa anda melakukan pe-nembak-an?
  3. Siapa sih yang megang kendali kalau anda melakukan pe-nembak-an? Anda atau Target?
  4. Nembak? keinginan atau paksaan lingkungan?

lu semua pasti ud mulai mikir jawabannya and akan bantu dengan jawaban subyektifitas g. first, istilah nembak didapat dari lingkungan atau lebih tepat temen-temen atau keluarga (terutama kakak laki2) yang berarti nembak berasal dari pola pikir aktivitas komulatif yang membentuk suatu kecenderungan atau trend. Dengan kata lain istilah nembak adalah bentuk duplikasi dari aktivitas pola pikir orang lain yang berjumlah massal. Dan sebagai manusia biasanya kita cenderung untuk mengikuti apa-apa yang sudah dilakukan banyak orang apalagi terdapat report didalamnya tentang keberhasilan dari "nembak", namun apa kalian pernah survey atau paling tidak mencari tahu tentang berapa % kegagalan dibandingkan dengan keberhasilan (saya yakin persentase kegagalan bisa sangat besar dibandingkan keberhasilan, mungkin 8:1) mengapa? hal ini akan g bahas pada artikel berikutnya......he3. second, kalian melakukan penembakan sebenarnya adalah bentuk dari perasaan elo2 semua yang engga secure alias aman, karena karena kalian takut kehilangan target dan buru2 untuk mendeklarasikan hubungan menuju formalitas keterikatan. Ibaratnya kalian ingin segera mengambil tali cinta (nafsu actually) untuk diikatkan pada target. Anggukkan kepala kalian 3 kali bagi yang setuju dan benturkan kepala kalian ke tembok sampai berdarah kalau kalian tidak setuju atau paling tidak selesaikan dulu membaca artikel ini. third, nah sekarang apa sih pick up lines kalian kalau lagi nembak? paling juga "hmm...Aku suka sama kamu, kamu mau ga jadi pacar aku?". ok2 elo-elo emang ad yang kreatif bikin kalimat penembakan cuma inti2-nya ga jauh beda ama my sucks pick up lines yang g buat yang maksudnya adalah minta konfirmasi atau lebih kasar dan jelasnya, kalian itu sedang minta belas kasihan untuk diberi kesempatan menjadi pembantu-nya dengan sugar-coated label sebagai kekasihnya alias pacar.oh2 jadi nasib kalian untuk gembira dan disisi yang sangat berlawanan yaitu sedih dan kecewa semuanya ditentukan oleh sang putri alias target. Bagi kalian yang sudah terlalu lama mendewa-dewakan paradigma ini tolaklah kalimat2 g selagi logika kalian belum secara otomatis terpaksa menyetujuinya. fourth, yang keempat ini sebenarnya dapat dianalogikan seperti bermain judi, seperti mengambil keputusan diantara keraguan. Semakin tinggi target ( muka cantik, tajir, supel) makin tinggi pula taruhannya dan semakin tinggi pula tekanan dan konsekuensi mental yang diperoleh. Namun sebenarnya kalian tidak ingin melakukan penembakan hanya saja bagi sebagian orang nembak adalah satu-satu cara yang mungkin dilakukan untuk memenangkan uang taruhan di kasino alias mendapatkan si target. jadi nembak adalah dorongan lingkungan dan bukan keinginan biarpun ada yang berpendapat bahwa memang nembak itu keinginan tapi sebenarnya itu mekanisme terbalik yaitu pengaruh lingkungan dulu baru keinginan and not the vise versa.

thus, contoh dari paradigma dan masih ada paradigma lain dalam romance such as mendewi2 kan cewe cakep, bersikap nice depan cewe,mesti ngebayarin cewe etc.

_artikel ini berdasarkan pemikiran, terapan dan disadur dari pemikiran link berikut http://hitmansystem.com

-save-

No comments: